Selasa, 25 Februari 2014

objek dan faedah mempelajari filsafat


Horizontal Scroll: Tugas kelompokMAKALAH
OBJEK FILSAFAT
DAN
 FAEDAH MEMPELAJARI FILSAFAT
Logo_IAIN_Raden_Intan_Bandar_Lampung.jpg
Disusun oleh:
1. Ahmad Mustofa
2. Marjuki

Dosen Pengampu: Dr. M.Baharudin M.Hum
Fakultas: Ushuluddin
Prodi: IAT

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG
T.A 2013/2014
KATA PENGANTAR

           Segala puji bagi Allah S.W.T yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad S.AW, suri tauladan kita dan semoga kelak di yaumil akhir kita di akui sebagai umatnya.
Terima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang telah bersama-sama menyusun makalah ini. Semoga apa yang kita kerja keraskan ini bermanfaat untuk kita semua Aamiin.
Tidak lupa juga kami haturkan terima kasih kepada bapak dosen atas arahan dan bimbingannya.
         Kami sebagai penyusun menyadari, bahwa kami hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan ketidak sempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran maupun kritik sebagai motivasi bagi kami, agar kelak kami bisa menghasilkan yang lebih baik lagi.
       Akhirnya, semoga makalah yang kami buat ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua sebagai bahan pembelajaran dalam bidang Filsafat, khususnya tentang Objek filsafat dan Faedah mempelajari filsafat.

Bandar Lampung,  Oktober 2013

Kelompok 3








Flowchart: Multidocument: ii
 
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I     : PENDAHULUAN ................................................................................ 1
                 A. Latar Belakang................................................................................... 1
                 B. Tujan Penulisan.................................................................................. 3
BAB II   : PEMBAHASAN ................................................................................... 4
                A.Objek Filsafat....................................................................................... 4
                B.Faedah Mempelajari Filsafat................................................................. 5
BAB III  : PENUTUP .............................................................................................9
                A. Simpulan.............................................................................................. 9
                B. Saran.................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. ……..11


















Flowchart: Multidocument:           iii
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

          Berbicara tentang filsafat, kita harus tahu terlebih dahulu apa arti filsafat itu
sendiri. Kata filsafat atau falsafat, berasal dari bahasa Yunani: philoshophia yang banyak diperoleh pengertian-pengertian, baik secara harfiah atau etimologi. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, gemar, suka dan kata sophia berarti pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan. filsafat menurut arti katanya dapat diartikan sebagai cinta, cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah juga kebijaksanaan.

        Sebenarnya banyak hal yang berkaitan dengan filsafat. Namun dalam hal ini kami sebagai penyusun makalah hanya akan membahas tentang objek filsafat serta faedah mempelajari filsafat.

B.Tujuan Penulisan
1. Mengetahui sekilas tentang Objek Filsafat
2. Mengetahui macam-macam objek filsafat.
3. Mengetahui faedah atau manfaat dengan mempelajari filsafat











Flowchart: Multidocument: 1
 


BAB II
PEMBAHASAN

A.OBJEK FILSAFAT

            Sebagai mana yang telah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan itu di tentukan oleh obyeknya, baik obyek material ataupun obyek formalnya. Demikian pula halnya dengan filsafat.

Obyek filsafat adalah mengenai sesuatu,dari jenis apapun juga, mengenai fisika, matematika, maupun metafisika kedalam yang terakhir ini termasuklah mengenal allah taala.

1.Macam-macam Objek Filsafat

a.Objek material filsafat

                 Yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak.

             Menurut Drs. H.A.Dardiri bahwa objek material adalah segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Segala sesuatu yang ada itu di bagi dua, yaitu:
a. Ada yang bersifat umum (ontologi), yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya.
Flowchart: Multidocument: 2b. Ada yang bersifat khusus yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (theodicae) dan tidak mutlak yang terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi).
           Menurut Endang saefudin anshori (1981), Obyak material filsafat adalah segala sesuatu yang berwujud yang pada garis besarnya dapat dibagi menjadi :
-Hakikat Tuhan
-Hakikat alam
-Hakikat manusia

Dan ada pula yang berpendapat bahwa obyek material filsafat dibagi mwnjadi tiga yaitu;
1.Yang ada dalam alam empiris
2.Yang ada alam fikiran
3.Yang ada dalam alam kemungkinan

 Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Obyek material filsafat merupakan suatu bahan yang menjadi suatu bahan              tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang diselidiki, dipandang atau disorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencangkup apa saja hal-hal yang bersifat konkrit ataupun abstrak
2.Obyek material filsafat ilmu itu bersifat umum(universal) yaitu segala sesuatu yang ada (realita)
3.Obyek material filsafat mempelajari secara langsung pekerjaan akal dan mengevaluasi hasil-hasil dari obyek formal ilmu itu dan mengujinya dengan realitas praktis yang sebenarnya









Flowchart: Multidocument: 3
 
2. Objek Formal filsafat
         Yaitu sudut pandangan yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu di sorot.
Contoh : Objek materialnya adalah manusia dan manusia ini di tinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya psikologi, antropologi, sosiologi dan lain sebagainya.
        Yang menjadi obyek formal dari filsafat adalah hal-ahl yang menyangkut hakiki, sifat dasar arti atau makna terdalam dari sesuatu itu. Misalnya mengenai manusia, yang dipersoalkan mengenai apa hakikat manusia  itu. Tentu saja bukanlah hal-hal yang dapat ditinjau pengamatan indra, tapi sama sekali hanya dapat dicapai dengan kemampuan rasio, rasa dan logika. Sebab mengenai hakikat sesuatu bukanlah hal-hal yang bersifat empiris.


 Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Obyek formal filsafat ilmu itu tidak terbatas pada apa yang mampu di indrawi  saja tapi melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata atau pun abstrak
2.Obyek formal filsafat itu bersifat khusus dan empiris
3. Obyek formal filsafat itu menyelidiki sesuatu gunamengerti sedalam-dalamnya atau mengetahui obyek material itu secara hakiki, mengerti kodrat sesuatu itu secara mendalam (to know the nature of everyting). Obyek formal ini sudut pandang  yang membedakan watak filsafat dengan pengetahuan. Karna filsafat berusaha mengerti sesuatu sedalam-dalamnya.


                                                                                                          





Flowchart: Multidocument: 4
 


B. FAEDAH MEMPELAJARI FILSAFAT

            Menurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta, maknanya dan nilainya.
            Dr. Oemar A. Hosein mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengetahuan, dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran.
           S. Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: Pembimbing ke Filsafat Metafisika, filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran-pikiran dan kematangan hati, sekalipun menghadapi maut.
           Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy menyebutkan: Tugas filsafat bukanlah sekedar mencerminkan semangat masa ketika kita hidupi, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menerapkan nilai, menerapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru.
            Berbeda dengan pendapat Soemadi Soejabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk mempertajam pikiran maka H. De Vos berpendapat bahwa filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku), maupun Metafisika (hakikat keaslian).






Flowchart: Multidocument: 5
 
Manfaat mempelajari filsafat ada bermacam-macam. Namun sekurang-kurangnya ada 4 macam faedah, yaitu :
1.      Agar terlatih berpikir serius
2.      Agar mampu memahami filsafat
3.      Agar mungkin menjadi filsafat
4.      Agar menjadi warga negara yang baik
 Berfilsafat ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pemikiran secara serius. Plato menghendaki kepala negara seharusnya filosuf. Belajar filsafat merupakan salah satu bentuk latihan untuk memperoleh kemampuan memecahkan masalah secara serius, menemukan akar persoalan yang terdalam, menemukan sebab terakhir satu penampakkan.



Dengan uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa secara kongkrit manfaat mempelajari filsafat adalah :
1.      Filsafat menolong mendidik,
2.      Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
3.      Filsafat memberikan pandangan yang luas
4.      Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri
5.      Filsafat memberikan dasar,-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, Ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.








Flowchart: Multidocument: 6
 
BAB II
PENUTUP

A.SIMPULAN

Obyek filsafat adalah mengenai sesuatu,dari jenis apapun juga, mengenai fisika, matematika, maupun metafisika kedalam yang terakhir ini termasuklah mengenal allah taala.
Objek filsafat dibedakan menjadi dua,yaitu: Objek material dan objek formal.
 Diantara manfaat mempelajari filsafat:
1.      Agar terlatih berpikir serius
2.      Agar mampu memahami filsafat
3.      Agar mungkin menjadi filsafat
4.      Agar menjadi warga negara yang baik


B.SARAN

Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa memberi manfaat untuk kita semua. Tidak lupa juga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, untuk karya yang lebih
                 










Flowchart: Multidocument: 7
 


DAFTAR PUSTAKA

Asmoro, Achmadi. 2011. Filsafat Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Anshari, Endang Saefuddin. 1987.  Ilmu, Filsafat dan Agama. Surabaya: PT Bina Ilmu.
Kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/04/tujuan-fungsi-dan-manfaat-filsafat.html
Syadali, Ahmad dkk. 1999. Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Abdulhaq, Ishaq. 2008. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Al-Ahwani, Ahmad Fuad. 1984. Filsafat Islam.Jakarta: Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana PTA/IAIN.
Anshari, Endang Saefuddin. 1979. Ilmu, Filsafat Dan Agama. Surabaya: PT Bina Ilmu.  








Flowchart: Multidocument: 8



Flowchart: Multidocument: 8
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar